Macam-macam Magnet dan Sifat-sifat Magnet

RINGKASAN BAHAN BACAAN

A.     Pengertian Magnet

Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Magnet juga dapat diartikan sebagai suatu benda yang memiliki gejala dan sifat yang dapat mempengaruhi bahan-bahan tertentu yang berada di sekitarnya.Asal kata magnet diduga dari kata magnesia yaitu nama suatu daerah di Asia kecil. Menurut cerita di daerah itu sekitar 4.000 tahun yang lalu telah ditemukan sejenis batu yang memiliki sifat dapat menarik besi atau baja atau campuran logam lainnya. Benda yang dapat menarik besi atau baja inilah yang disebut magnet.          

Di dalam kehidupan sehari-hari kata “magnet” sudah sering kita dengar, namun sering juga berpikir bahwa jika mendengar kata magnet selalu berkonotasi menarik benda. Untuk bisa mengambil suatu barang dari logam (contoh obeng besi) hanya dengan sebuah magnet, misalkan pada peralatan perbengkelan biasanya dilengkapi dengan sifat magnet sehingga memudahkan untuk mengambil benda yang jatuh di tempat yang sulit dijangkau oleh tangan secara langsung. Bahkan banyak peralatan yang sering digunakan, antara lain bel listrik, telepon, dinamo, alat-alat ukur listrik, kompas yang semuanya menggunakan bahan magnet. Setiap magnet memiliki dua kutub, yaitu: utara (N) dan selatan (S). Kutub magnet adalah daerah yang berada pada ujung-ujung magnet dengan kekuatan magnet yang paling besar berada pada kutub- kutubnya.

B.     Jenis-jenis Magnet

Berdasarkan asalnya magnet dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

1.      Magnet alam, yakni magnet yang ditemukan di alam. Bumi adalah magnet alam yang terbesar oleh karena itu bumi memiliki kutub utara dan kutub selatan sebagai ujung magnetnya8. Magnet alam dapat ditemukan pada bebatuan yang mengandung unsur magnet. Batuan yang dapat menarik benda dari besi itu disebut dengan magnet alam.

2.      Magnet buatan, yakni magnet yang sengaja di buat oleh manusia.

Selanjutnya, berdasarkan sifat kemagnetannya, magnet buatan dikelompokkan menjadi dua, yakni magnet tetap (permanen) dan magnet sementara.

1.      Magnet tetap adalah magnet yang sifat kemagnetannya tetap dan terjadi dalam waktu relatif lama. Sebaliknya, magnet sementara adalah magnet yang sifatnya tisdak tetap atau sementara.

2.      Magnet permanen (tetap) umumnya terbuat dari baja, sedangkan magnet tidak tetap terbuat dari besi lunak. Disesuaikan dengan kegunaannya, dewasa ini magnet dibuat dari beberapa jenis logam.

Berdasarkan bahan yang digunakannya itu, magnet dapat dibedakan menjadi empat tipe:

1.      Tipe Magnet Permanen Campuran

 Berdasarkan bahan campurannya, magnet permanen campuran dibagi menjadi

1)     Magnet alcomax, dibuat dari campuran besi dan alumunium

2)     Magnet alnico, dibuat dari campuran besi dan nikel

3)     Magnet triconal, dibuat dari campuran besi dan kobal

2.      Tipe Magnet Keramik

Tipe magnet ini disebut juga magnadur, terbuat dari serbuk ferit dan bersifat keras serta memiliki gaya tarik kuat. 

3.      Tipe magnet Besi Lunak

Tipe magnet besi lunak juga disebut dengan stalloy, terbuat dari 96% besi dan 4% silikon. Sifat kemagnetannya tidak keras atau sementara. 

4.      Tipe Magnet Pelindung

Tipe magnet ini disebut juga mumetal, terbuat dari 74% nikel, 20% besi, 5% tembaga dan 1% mangan. Magnet ini tidak keras atau sementara.

Berdasarkan penggolongan magnet buatan di atas serta kemampuan bahan menyimpan sifat magnetnya, maka kita dapat menggolongkan bahan- bahan magnetik dalam magnet keras dan magnet lunak. Sebagai contoh bahan-bahan magnet keras ialah baja dan alcomax. Bahan ini sangan sulit dijadikan magnet. Namun demikian, setelah bahan tersebut dijadikan magnet maka bahan-bahan magnet keras ini akan menyimpan sifat magnetiknya relatif sangat lama. Karena pertimbangan atau alasan itulah bahan-bahan magnet keras ini lebih banyak dijadikan untuk membuat magnet tetap (permanen). Contoh pemakaiannya adalah untuk membuat pita kaset atau kompas.

C.     Cara Membuat Magnet

Ada berbagai cara untuk membuat magnet, antara lain: dengan cara menggosokkan magnet tetap, dengan aliran arus listrik (elektro magnetic), dengan induksi (influensi atau imbas).

1.      Digosok

·        Sebuah magnet dapat dibuat dengan cara menggosokan sebuah kutub magnet kepada sepotong besi atau baja secara berulang secara searah. Besi dan magnet akan menjadi magnet sedangkan magnet aslinya akan kehilangan sifat magnetnya.

·        Besi merupakan benda yang sangat mudah untuk dibuat magnet, tetap sifat kemagnetannya akan mudah hilang

·        Magnet yang tidak dapat mempertahankan sifat kemagnetannya dalam jangka waktu lama disebut magnet sementara

·        Baja merupakan benda yang sangat sulit untuk dijadikan magnet, tetapi apabila berhasil dijadikan magnet sifat kemagnetannya sulit hilang

·        Magnet yang mampu mempertahankan sifat kemagnetannya dalam jangka waktu lama disebut magnet permanen. 

2.              Induksi atau Imbas

Sebuah besi atau baja yang bukan magnet akan menjadi magnet jika didekatkan dengan besi atau baja yang bersifat magnet. Sebuah paku besar didekatkan dengan sebuah magnet yang ditaruh pada statif maka paku akan menempel pada magnet. Paku besar yang telah menempel pada magnet jika didekati paku-paku kecil, ternyata paku-paku kecil menempel pada paku besar.

Hal ini disebabkan oleh paku besar yang berada di dalam medan magnet terkena induksi sehingga bersifat sebagai magnet. Secara konsep sama dengan pembuatan magnet cara digosok atau dililiti kumparan yang dialiri listrik. Akibat dari pengaruh medan magnet sehingga paku yang menempel pada magnet permanen memungkinkan posisi domain domainnya menjadi teratur dan bersifat sebagai benda magnet. 

3.              Elektro Magnet

Magnet diletakkan pada solenoida (kumparan kawat berbentuk tabung panjang dengan lilitan yang sangat rapat) dan dialiri arus listrik searah (DC).Mengalirkan arus listrik pada logam yang ingin dijadikan magnet. Sifat magnet yang di hasilkan tidak permanen. Apabila arus listrik dihentikan, maka sifat magnetnya akan hilang kembali.

Bahan yang biasa dijadikan magnet adalah besi. Besi lebih mudah untuk dijadikan magnet daripada baja. Tapi sifat kemagnetan besi lebih mudah hilang daripada baja. Oleh sebab itu, besi lebih sering digunakan untuk membuat elektromagnet.

Sebuah paku akan menjadi magnet dengan cara dialirkan arus listrik melalui kabel yang dililitkan. Sifat kemagnetan paku berlaku sementara selama ada aliran listrik. Misalkan sebatang besi atau baja yang telah dililiti kawat berisolasi/ kumparan (kawat  transformator) dan dihubungkan dengan baterai telah menjadi magnet.

Magnet yang terjadi karena adanya aliran listrik disebut magnet elektro atau elektromagnetik.

D.     Bagian-bagian Magnet

1.      Kutub Magnet

Bagian magnet yang mempunyai gaya tarik terbesar disebut kutub magnet.

Magnet selalu mempunyai dua kutub. Hal ini dapat diketahui bila sebuah magnet batang dicelupkan ke dalam serbuk besi. Di bagian tengah (daerah netral) tidak ada serbuk besi yang melekat, sedangkan bagian ke ujung makin banyak serbuk besi yang melekat pada magnet.

Bagian yang banyak dilekati serbuk besi merupakan kutub magnet. Hal ini menandakan, gaya magnet yang paling besar berada di ujun-ujung magnet. Kutub utara dan kutub selatan magnet setiap magnet, apapun bentuknya selalu mempunyai kutub utara dan selatan. Dengan mengamati magnet jarum yang berputar pada porosnya, misalnya kompas. Dalam keadaan diam, salah satu ujung magnet akan menunjukan ke arah utara, sedangkan ujung yang lainya menunjuk ke arah selatan. Ujung kompas yang menunjuk ke arah utara disebut kutub utara dan ujung magnet yang mengarah selatan disebut kutub selatan. 

2.      Sumbu Magnet

Sumbu magnet yaitu garis yang menghubungkan antara kedua kutub magnet.

3.      Magnet elementer

Setiap benda magnetik pada dasarnya terdiri dari magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer. Magnet elementer adalah magnet yang paling kecil yang berupa atom. Suatu benda akan bersifat magnet jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah yang cenderung sama/ beraturan dan benda yang tidak mempunyai sifat magnet jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah acak (sembarang).

Pada sebuah magnet, magnet-magnet elementernya tersusun rapi dan menunjuk arah yang sama, sehingga menimbulkan kutub-kutub magnet. Antar magnet elementer tersebut terdapat gaya tolak-menolak dan gaya tarik-menarik. Akan tetapi, di bagian ujung magnet hanya terdapat gaya tolak-menolak. Itulah sebabnya pada ujung-ujung magnet terdapat gaya magnet paling kuat sedangkan bagian tengahnya lemah.

Pada benda bukan magnet, magnet-magnet elementernya tersusun dengan arah yang berlainan atau arah yang acak sehingga tidak menimbulkan kutub magnet. Karena arahnya acak, gaya tarik-menarik dan tolak-menolak antar magnet elementer saling meniadakan. Itulah sebabnya pada besi bukan magnet tidak terdapat gaya magnet (sifat magnet).

E.     sifat sifat magnet

    1. 1.      Dapat Menarik Benda Logam

Dalam magnet pasti terdapat sebuah medan magnet berupa unsur-unsur logam yang dapat menarik benda-benda yang mengandung unsur besi atau logam (magnetik). Hal itu disebut dengan sifat kemagnetan.Berdasarkan sifat kemagnetannya, benda-bendanya dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

1)     Benda-benda logam yang dapat ditarik sangat kuat oleh magnet (Ferromagnetik). Contohnya adalah baja.

2)     Benda-benda logam yang ditarik lemah oleh magnet (Paramagnetik). Benda tetap bisa ditarik oleh magnet, hanya saja tidak dapat menempel dengan kuat dan mudah untuk dipisahkan dari magnet . Contohnya adalah aluminium.

3)     Benda yang tidak bisa ditarik oleh magnet (Diamagnetik). Contoh: plastik, seng, dan kertas. 

    1. 2.      Mampu Menembus Benda Penghalang

Sifat magnet yang mendasar adalah menarik benda yang memuat zat logam. Kuat atau lemahnya tarikan magnet dipengaruhi oleh daya tarik magnet. Jika magnet terhalang benda lain tetapi memiliki daya tarik yang kuat, maka benda yang menghalanginya tidak menghambatnya menarik benda lain. Sementara, jika magnet memiliki daya tarik yang lemah, maka kekuatan penarikan pun juga lemah.

Proses penembusan benda itu juga terjadi meskipun penghalangnya adalah benda-benda yang tidak dapat ditarik magnet. Proses ini juga tetap terjadi meskipun magnet ditutup secara menyeluruh.

Contohnya, jika terdapat magnet yang ditutup kain, plastik, maupun benda lainnya, maka besi yang ada di sekitarnya pun dapat tertarik juga. Hal ini bergantung pada besarnya daya magnet tersebut.

    1. 3.      Memiliki Dua Kutub yakni Utara dan Selatan

Magnet memiliki dua kutub yakni kutub utara dan kutub selatan. Kedua kutub ini berpengaruh satu sama lain dalam hal tarik menarik. Untuk mengenal fungsinya, dekatkan dua buah magnet. Jika terdapat dua magnet yang kutubnya sama didekatkan, maka magnet tersebut akan saling menjauh. Hal ini karena kedua magnet itu memiliki arus yang sama sehingga saling menolak.

Kemudian, apabila kedua magnet yang didekatkan itu memiliki kutub yang berbeda, maka magnet akan saling tarik menarik. Pasalnya, tidak ada pertentangan arus di dalamnya, sehingga keduanya pun dapat saling menarik.

    1. 4.      Memiliki Medan Magnet

Karena magnet menghasilkan gaya Tarik maupun gaya tolak, maka magnet juga memiliki medan magnet untuk menghasilkan kekuatan gaya magnet tersebut. Apakah gaya magnet menguat atau melemah sesuai tingkat kerapatan pada medan magnet tersebut. Lalu apa itu medan magnet? Medan magnet adalah suatu ruang yang terbentuk dari sekitar magnet yang masih memiliki gaya Tarik magnet selain di dalam material magnet itu sendiri.

Medan magnet dapat digambarkan seperti garis lengkung yang disebut dengan istilah garis gaya magnet di luar bentuk magnet. Untuk melihat gambaran garis gaya magnet tersebut Grameds bisa mencoba menaburkan bubuk besi di atas kertas putih. Coba perhatikan pasti akan muncul keteraturan bubuk besi tersebut sesuai dengan gaya magnet yang ada di medan magnet tersebut.

Keteraturan tersebut membentuk pola garis gaya magnet yang sama jenisnya jika didekatkan dengan garis gaya yang terbentuk saling menjauhi. Sehingga akan muncul seolah ada ruang kosong di medan magnet tersebut antara kutub utara dan kutub selatan.

    1. 5.      Daya Magnet Akan Hilang dengan Proses Tertentu

Sifat-sifat magnet lainnya yang berpengaruh terhadap daya magnet adalah kelemahan magnet tersebut. Daya tarik magnet dapat hilang karena proses tertentu. Proses tersebut yakni jika magnet dipukul, dijatuhkan, dan dibakar. Jika proses ini terjadi berkali-kali, maka arus magnet menjadi berantakan dan melemah daya tariknya.

Sifat kemagnetan hilang karena adanya tambahan energi. Pertambahan energi itu menyebabkan partikel bahan bergerak menjadi acak dan sangat cepat. Arah magnet pun tidak menunjuk ke arah yang sama seperti sebelumnya.

F.      bentuk bentuk magnet

  1. 1.      magnet batang

Magnet batang atau balok adalah magnet yang terlemah dan berbentuk seperti balok atau kubus. Magnet ini paling banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti menempel barang di kulkas atau perekat pintu kulkas. Magnet batang termasuk magnet termurah dan mudah untuk diganti.

    1. 2.      Magnet Silinder

Magnet silinder memiliki bentuk bulat dan pipih. Magnet silinder biasanya banyak digunakan dalam perawatan medis dan beberapa operasi. Magnet ini juga berguna untuk tulang belakang manusia, dan perawatan medis lainnya. Daya magnet silinder sangat kuat dari permukaannya yang relatif kecil.

    1. 3.      Magnet Cincin

Seperti namanya, magnet cincin berbentuk mirip dengan cincin, yaitu berbentuk lingkaran dengan lubang di tengahnya. Magnet cincin biasanya digunakan pada perlengkapan seperti penyedot debu, generator, motor, pengeras suara, dan sebagainya. Selain itu, magnet ini juga biasa digunakan pada eksperimen sains, loh.

    1. 4.      Magnet Jarum

Bentuk magnet jarum adalah pipih, memanjang, dan bagian ujunya lancip. Magnet ini bisa kamu temukan dalam kompas yang berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin. 

    1. 5.      Magnet Tapal Kuda atau U

Magnet tapal kuda berbentuk U kerap juga disebut dengan magnet ladam. Magnet ladam sangat kuat, sehingga biasa digunakan untuk mengangkat atau mengumpulkan benda-benda magnetik, seperti bahan industri, pin, dan sebagainya.

Magnet bukan hanya sekedar benda yang memiliki medan magnet. Namun, magnet juga memiliki ciri khas tertentu, seperti :

a.      Dapat menarik benda-benda yang terbuat dari besi dan baja.

b.      Magnet dapat menembus benda-benda tertentu.

c.      Gaya tarik terbesar terdapat pada kutubnya.

d.      Kutub magnet yang senama akan tolak menolak, sedangkan kutub magnet yang tidak senama akan tarik menarik.

Magnet dapat dibuat dengan cara dan benda-benda yang sederhana. Magnet memiliki manfaat yang sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk meningkatkan pembelajaran Ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar, kita sebagai calon guru di sekolah dasar hendaknya memperkenalkan peserta didik untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang jenis- jenis dan sifat-sifat Magnet serta bagaimana cara penerapannya di Sekolah dasar dan kehidupan sehari-hari.

SLEMAN, C. C. PEMBUATAN CD PEMBELAJARAN INTERAKTIF TENTANG MAGNET UNTUK KELAS V SD PERUMNAS.

Rintayati, P., & Daryanto, J. (2014). Peningkatan Pemahaman Konsep Sifat-Sifat Magnet Melalui Penerapan Model Pembelajaran Tipe Two Stay Two Stray. Didaktika Dwija Indria2(10).

Setyani, A. (2014). Peningkatan Pemahaman Konsep Sifat-Sifat Magnet melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada Siswa Kelas V SD Negeri Pengkol 01 Tahun Ajaran 2013/2014.

Ningsih, E. S. (2018). Magnet Jenis Magnet dan Peruntukannya dalam Pembelajaran. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Identitas Diri

Pengertian Lupa dan Proses Terjadinya Lupa