Pengertian Lupa dan Proses Terjadinya Lupa
Pengertian Lupa dan Proses Terjadinya Lupa
A. Pengertian Lupa
Lupa (forgetting) ialah hilangnya kemampuan untuk mengungkapkan kembali informasi yang telah kita terima atau yang sudah kita pelajari. Secara sederhana, Gulo (1982) dan Reber (1988) mendefinisikan lupa sebagai ketidakmampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dipelajari atau dialami. Dengan demikian, lupa bukanlah peristiwa hilangnya item informasi dan pengetahuan dari akal seseorang (Muhibbin Syah, 2008: 158).
Lupa terjadi karena berbagai faktor, dan prosesnya dapat dijelaskan melalui beberapa teori Lahey (2006) menyatakan bahwa seseorang dapat lupa akan suatu informasi yang pernah diterimanya karena beberapa hal, yaitu:
a) Decay Theory.
Artinya, informasi telah terlalu lama tersimpan dalam memori dan tidak digunakan. Namun teori ini banyak dibantah, karena informasi terlupa justru pada tahapan sensori register dan memori jangka pendek. Jika informasi telah tersimpan dalam memori jangka panjang maka lupa yang terjadi bukanlah karena telah lama tidak digunakan, namun lebih karena terganggu atau bercampur dengan informasi lainnya.
b) Interference theory
Menurut teori ini, lupa bukanlah disebabkan oleh informasi telah tersimpan terlalu lama, namun karena terganggu oleh informasi lainnya, misalnya karena informasi tersebut miripdengan informasi yang akan diingat. Interference ini terdiri dari proactive interference dan retroactive interference. Proactive interference adalah terganggunya ingatan karena adanya informasi lama yang menghambat untuk mengingat informasi baru. Contohnya, suatu hari kita mengingat nomor rumah Tuan X. Keesokan harinya, kita juga mengingat nomor Nyonya Y. Namun saat berusaha mengingat kembali nomor rumah Tuan X kita menjadi kesulitan karena terganggu dengan ingatan mengenai nomor rumah Nyonya Y tadi. Sedangkan retroactive interference adalah sulitnya mengingat informasi lama karena masuknya informasi baru. Berkebalikan dengan contoh sebelumnya, retroactive interference terjadi ketika kita sulit untuk mengingat nomor rumah Nyonya Y karena terganggu oleh nomor rumah Tuan X.
c) Reconstruction (schema) theory
Teori ini menyatakan bahwa informasi yang telah tersimpan menjadi sulit untuk diingat kembali bukanlah karena terlupa, namun karena muncul dalam bentuk yang distorted atau muncul dalam bentuk yang tidak tepat. Ingatan jangka panjang menjadi distorted karena ingatan kita berkembang sepanjang waktu semakin konsisten dengan skema yang kita miliki. Misalnya, kita telah memiliki konsep yang negatif mengenai seseorang, saat menceritakan seseorang tersebut kita hanya menceritakan hal-hal negatif saja. Kita kesulitan untuk mengingat hal-hal positif mengenai orang tersebut karena skema kita dipenuhi oleh ingatan negatif mengenai orang tersebut.
d) Motivated forgetting.
Teori ini menyatakan bahwa informasi tersebut menjadi hilang karena memang sengaja dilupakan, karena menimbulkan dampak negatif ketika mengingatnya. Misalnya, saat kita pernah mengalami kejadian yang sangat buruk dengan suatu peristiwa, maka kita akan berusaha melupakannya hingga peristiwa tersebut benar-benar terlupa dan sulit untuk diingat.
B . Proses Terjadinya Lupa
Proses lupa adalah suatu proses di mana seseorang akan kehilangan ingatan jangka pendek. Proses lupa dapat pula dikatakan sebagai hilangnya kemampuan untuk menyebutkan kembali ataupun memunculkan apapun yang sudah dipelajari. Secara sederhana, lupa merupakan hilangnya kemampuan untuk untuk mengungkapkan kembali informasi yang telah diterima. Hal ini mungkin disebabkan karena informasi tidak disimpan dengan baik.
Fenomena lupa dapat terjadi pada siapapun juga baik anak-anak, remaja, orang tua, guru, pejabat, profesor, petani dan sebagainya. Sebagian ahli psikologi kognitif mempercayai bahwa lupa terjadi karena interferensi atau terhalang oleh informasi yang lain.
Informasi yang masuk ke otak manusia dicerna dalam bentuk sandi oleh memori kita. Proses lupa merupakan bentuk terjadinya kegagalan dalam penyandian (failure to encode) mengacu pada kegagalan memasukkan materi atau sandi-sandi ke dalam otak. Kegagalan penyandian tersebut disebabkan oleh faktor adanya informasi yang dipelajari tidak sungguh-sungguh masuk ke dalam memori kita dan disebabkan oleh stress. Ada beberapa teori mengenai proses lupa:
REFERENSI:
Arlotas, R. K., & Mustika, R. (2019). Lupa, dalam perspektif psikologi belajar dan Islam. Psyche: Jurnal Psikologi, 1(1).
Fathoni, Mukhamad (2011). Peristiwa Lupa dalam Belajar. Sumsel: Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda. hlm. 4.
Arlotas dan Robi Mustika, Rena Kinnara. "LUPA, DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI BELAJAR DAN ISLAM". Jurnal Psikologi. doi:ISSN 2655-6936 Periksa nilai |doi= (bantuan).
Bhinnety, Magda. "Struktur dan Proses Memori" (PDF). Buletin Psikologi. 16 (2): 75.
Komentar
Posting Komentar