MAKALAH PERANAN DAN TANGGUNG JAWAB GURU KELAS, GURU BIDANG DAN GPK

 

MAKALAH

PENDIDIKAN INKLUSI

“Peranan dan Tanggung Jawab Guru Kelas,Guru Bidang dan GPK”

 

 

 

Dosen pengampu:

Dr. Jon Efendi, M.Pd 

 

Disusun oleh kelompok 3:

Aufa Sadina Ayu

    (23129012)

Demara Fitri

    (23129017)

Desti Rahma Putri

    (23129018)

Indah Firma Sari

    (23129038)

Nadia Rafianti

    (23129056)

Naila Fitriani

    (23129059)

  

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2025


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih Maha Penyayang, penulis panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah nya kepada kita semua, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah tentang “Pendidikan Inklusi” Sholawat beserta salam penulis ucapkan kepada nabi besar kita yakni nya Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa umat manusia dari zaman kebodohan hingga kepada zaman yang berpengetahuan seperti saat sekarang ini.

Tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada Bapak Dr. Jon Efendi, M.Pd  selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Inklusi telah membimbing penulis dalam pengerjaan tugas makalah ini. Makalah ini telah penulis susun dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan, kalimat, maupun tata bahasanya.

Oleh karena itu, dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari Bapak dosen dan pembaca agar penulis dapat memperbaiki makalah ini. Akhir kata, kami berharap semoga makalah tentang “Pendidikan Inklusi” ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

 

                                                                

 

 

Padang, 21  Ferbruari 2025

 

 

Kelompok 3

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR      

DAFTAR ISI 

BAB I PENDAHULUAN     

A.        Latar Belakang           

B.        Rumusan Masalah      

C.        Tujuan Masalah           

BAB II  PEMBAHASAN     

A.        Peranan Guru pada Pendidikan Inklusif 

B.        Peranan Guru Kelas dalam Memberikan Bimbingan Belajar Kepada Siswa Berkebutuhan Khusus.

C.        Peranan Guru Bidang Study 

D.        Peranan Guru Pendidik Khusus dalam Pendidikan Inklusif  

BAB III PENUTUP 

A.        Kesimpulan 

B.        Saran

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan pendidikan yang mengakui dan menghargai keberagaman kemampuan dan kebutuhan belajar setiap peserta didik.  Konsep ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan mendukung bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.  Keberhasilan pendidikan inklusif sangat bergantung pada peran guru yang beragam,  yang masing-masing memiliki tanggung jawab dan kontribusi unik dalam memastikan setiap siswa dapat belajar dan berkembang secara optimal.

Peranan dan tanggung jawab guru di lingkungan sekolah memainkan peran krusial dalam mencapai tujuan pendidikan yang komprehensif. Guru kelas memiliki tanggung jawab untuk mengajar dan membimbing siswa secara menyeluruh dalam satu kelas tertentu, mencakup berbagai mata pelajaran. Mereka menjadi figur utama yang berinteraksi dengan siswa setiap hari, membantu perkembangan akademik dan karakter siswa. Di sisi lain, guru bidang mengkhususkan diri dalam satu atau beberapa mata pelajaran tertentu, seperti matematika, bahasa Inggris, atau sains. Mereka memberikan pengetahuan yang mendalam dan membantu siswa memahami materi yang lebih spesifik. Guru Pembimbing Khusus (GPK) adalah guru yang memiliki keahlian khusus dalam mendukung siswa dengan kebutuhan khusus, baik dalam aspek akademik maupun emosional.

Penulisan makalah ini bertujuan untuk menjelaskan peranan dan tanggung jawab masing-masing jenis guru, menganalisis bagaimana peran-peran ini saling mendukung dalam proses pendidikan, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kerjasama dan efektivitas antar guru. Dengan demikian, diharapkan makalah ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kerjasama antar guru di sekolah.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan peranan guru pada pendidikan inklusif?

2.      Apa yang dimaksud dengan peranan guru kelas dalam memberikan bimbingan belajar kepada siswa berkebutuhan khusus?

3.      Apa yang dimaksud dengan peranan guru bidang study?

4.      Apa yang dimaksud peranan guru pendidik khusus dalam pendidikan inklusif?

C.    Tujuan Masalah

1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan peranan guru pada pendidikan inklusif.

2.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan peranan guru kelas dalam memberikan bimbingan belajar kepada siswa berkebutuhan khusus.

3.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud peranan guru bidang study.

4.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud peranan guru pendidik khusus dalam pendidikan inklusif.


BAB II

PEMBAHASAN

A.    Peranan Guru pada Pendidikan Inklusif

Guru berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan pengarahan dan pengetahuan dengan syarat harus memiliki kualifikasi dalam akademik. Guru juga bertugas membentuk adab yang sejalan dengan aturan dalam bidang akademik maupun non akademik. Guru bukan hanya sekedar mendidik dan membimbing siswanya, namun juga menjadi model yang dapat dicontoh oleh siswa yang mempunyai pandangan hidup moral, disiplin waktu, berpakaian rapi dan tidak melanggar aturan. Guru adalah nahkoda yang memimpin perjalanan sampai ke tujuannya demikian pula untuk tujuan pendidikan, guru merencanakan dan merancang pembelajaran untuk mencapai hasil yang diharapkan (Dewi et all, 2023) . Berdasarkan cara pembelajaran anak di sekolah dasar guru mempunyai pengaruh yang besar terhadap anak biasa maupun anak berkebutuhan khusus. Tetapi untuk anak berkebutuhan khusus diperlukan hal yang dapat mendukung guru agar lebih optimal dalam proses pengajaran dengan memahami keadaan dan keterbatasan anak yang memiliki bakat unik dibandingkan dengan anak normal.

Mengajar anak normal dengan mengajar anak berkebutuhan khusus tentu akan berbeda, upaya tambahan diperlukan untuk melawan perilaku anak berkebutuhan khusus yang beragam, dimana guru harus mempersiapkan rencana tertentu secara cermat  dengan  tetap  mengutamakan  aspek  kebutuhan  anak  untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif. Guru sebagai pengajar kelas adalah seorang guru yang memiliki tugas utama dalam menyusun kegiatan didalam kelas,  orang yang melaksanakan  kegiatan  yang  direncanakan  dengan  mata  pelajaran  dan  benda yang dimiliki siswa, orang yang menentukan dan mengambil keputusan tentang taktik yang akan digunakan  dalam berbagai gerakan dikelas  dan guru juga akan mengidentifikasi jalan  keluar  solusi  untuk  mencegah  hambatan  dan permasalahan  tersebut  dengan demikian,  ketiga  pendekatan  yang  diusulkan  akan  sangat  membantu  guru  dalam memenuhi  tugas  profesionalnya  (Abdullah  Ali,  2022). Peran guru mencakup semua bentuk keterlibatan guru dalam mengajar dan mendidik siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Peran guru juga dapat mengacu pada tanggung jawabnya yang tercermin  dalam definisi  di atas,  misalnya bimbingan, penilaian,  pengajaran,  pendidikan.

B.     Peranan Guru Kelas dalam Memberikan Bimbingan Belajar Kepada Siswa Berkebutuhan Khusus.

Guru kelas atau wali kelas berperan sebagai teladan yang penting dalam kehidupan peserta didik, efektif bertenggang jawab dalam segi akademik dan non akademik. Dimana guru kelas ini memiliki tugas seperti memberi materi pembelajaran, memberi motivasi, juga mengusahakan perkembangan setiap siswanya (Lailiyah, 2020). Berkaitan dengan guru kelas di sekolah inklusif. Guru kelas ini umum dituntut untuk memiliki pengetahuan terkait kurikulum dan rancangan pembelajaran sesuai dengan karakteristik anak berkebutuhan khusus tersebut (Khayati et al, 2020) . Oleh karena itu guru perlu memahami karakteristik baik itu kelebihan maupun kekurangan yang dimilikioleh anak berkebutuhan khusus. Peran-peran guru kelas tersebut diantaranya (Darmawan, 2024) :

1.      Melakukan pengamatan pada siswa yang terindikasi memiliki hambatan belajar

Pengidentifikasian siswa yang memiliki hambatan belajar oleh guru dilakukan   dengan   cara   mengamati peningkatan kemampuan siswa. Siswa yang memiliki hambatan belajar cenderung tidak menunjukkan peningkatan atau perubahan selama proses pembelajaran di sekolah, seperti   halnya   lebih   lama dalam mengerjakan tugas dan tidak memperoleh hasil yang maksimal ketika ujian. Selain itu, guru dapat mengamati perilaku siswa di kelas, karena     anak dengan hambatan belajar cenderung memiliki perilaku yang berbeda    dari    teman-teman sekelasnya. Guru melakukan pengamatan atau penelitian   sederhana selama beberapa  bulan  untuk  mencari  tahu apakah  siswa  tersebut  berkebutuhan khusus  atau  tidak. Selain itu, guru menggali informasi dari guru-guru di kelas sebelumnya untuk membantu identifikasi hambatan belajar siswa. Untuk memperkuat dugaan, guru dapat meminta bantuan informasi dari orang tua siswa tersebut tentang perilaku siswa di rumah dan kesehariannya.

2.      Mengomunikasikan indikasi hambatan belajar siswa kepada orang tua

Guru yang memberikan perlakuan khusus terhadap siswa yang terindikasi   memiliki hambatan belajar seringkali memicu prasangka orang tua yang   merasa anaknya dianggap bodoh dan sulit diajak bekerjasama dengan guru.    Oleh karena itu pengomunikasian hambatan belajar siswa harus dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman oleh orang tua. Guru bekerja sama dengan orang tua siswa untuk memperkuat dugaan atas indikasi siswa yang memiliki keunikan.

3.      Memberikan edukasi pada siswa regular

Perbedaan perilaku guru antara siswa regular dengan siswa yang berkebutuhan khusus, memungkinkan terjadinya kecemburuan di antara   siswanya. Oleh karena itu, guru perlu untuk memberikan pemahaman kepada siswa reguler(teman kelasnya) mengapa siswa tersebut diberikan perlakuan khusus seperti diistimewakan. Guru juga memberikan pemahaman  bagi  siswa  lainnya  saat siswa  ABK  tantrum  atau  meluapkan emosinya di kelas sehingga siswa lain dapat lebih memaklumi.

4.      Memberikan pembelajaran yang eksklusif

Guru harus pandai membagi waktu untuk anak reguler dengan anak yang    berkebutuhan khusus. Guru tetap harus berfokus pada siswa reguler tetapi dengan tetap memperhatikan siswa berkebutuhan khusus. Siswa reguler    diberikan pengajaran terlebih   dahulu   karena mereka mampu mengikuti pembelajaran seperti seharusnya. Setelahnya, guru dapat memberikan pembelajaran yang lebih eksklusif kepada siswa berkebutuhan khusus. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pengajaran tersendiri kepada siswa ABK karena tidak ada tenaga ahli sebagai guru pendamping di sekolah tersebut. Jika    tidak dilakukan seperti itu, siswa ABK akan kesulitan untuk mengikuti pembelajaran dengan baik dan sesuai ritme seperti siswa lainnya.

5.      Memfokuskan basic life skill siswa

Salah satu cara pemberdayaan sisa berkebutuhan khusus adalah dengan mengadakan pendidikan keterampilan. Metode seperti ini dapat membantu siswa berkebutuhan khusus untuk menjadi lebih mandiri dan meningkatkan   kreativitas dan potensi mereka. Oleh karena itu guru lebih memfokuskan pembelajaran basic life skill pada siswa ABK. Pembelajaran dasar keterampilan   yang dilakukan pada siswa ABK seperti belajar memegang pensil, menulis nama, menulis angka, cara belajar, cara duduk, dan sebagainya sehingga minimal ketuntasannya pun dibedakan dengan siswa lainnya. Guru harus   tegas dalam menanamkan konsep perilaku yang benar atau salah tanpa bersikap keras. Jika ada perilaku atau hal yang tidak boleh dilakukan, guru harus memberi tahu alasan  mengapa  hal tersebut  tidak  boleh  dilakukan  agar timbul pemahaman pada siswa.

6.      Memantau perkembangan siswa bersama orang tua

Guru selalu mengomunikasikan kegiatan siswa pada orang tua agar orang tua dapat mengetahui perkembangan anak-anak mereka.  Salah satu contohnya adalah mengenai tugas sekolah anak di rumah.  Pengerjaan tugas rumah yang dibantu oleh orang tua akan memperkuat kedekatan antara siswa dan orang    tua. Guru membantu mengingatkan orang tua untuk memeriksa tugas anak agar orang tua juga dapat terlibat dalam proses pembelajaran siswa.

 

7.      Evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa

Dalam menilai keberhasilan anak berkebutuhan khusus, guru menargetkan dengan sederhana saja seperti kemampuan menuliskan identitas dirinya, mengenal huruf dari a-z, lalu dapat menirukan pelafalan huruf dan angka 1-20.   Jika anak tersebut dapat menuntaskan selama 1 tahun itu sudah menjadi capaian yang luar biasa. Walaupun tidak ada anak yang   tinggal   kelas, jika   ada   yang belum tuntas capaiannya maka akan dilanjutkan di kelas selanjutnya dengan  cara  mengkomunikasikannya kepada wali kelas selanjutnya.

Peran-peran tersebut akan lebih efektif, efisien, dan kondusif apabila mendapat dukungan dari tenaga profesional, orang tua siswa, dan teman-teman kelas, serta  pihak sekolah lainnya.

C.    Peranan Guru Bidang Study

Indramurni (2019) mengatakan guru mata pelajaran atau bidang studi adalah guru yang bertanggung jawab melaksanakan pembelajaran untuk mata pelajaran tertentu pada satuan pendidikan sekolah dasar dan yang sederajat. sekolah menegah pertama dan yang sederajat, sekolah menengah pertama dan yang sederajat serta sekolah menegah kejuruan atau madrasah aliyah kejuruan.

Nurhayati (2014: 144) juga berpendapat bahwasanya guru bidang studi adalah guru yang mengajar mata pelajaran tertentu sesuai kualifikasi yang di persyaratkan. Guru bidang studi adalah guru yang mengajar seluruh siswa disemua kelas parallel dengan pembagian jam pelajaran, dimana guru tersebut mengajarkan hanya satu pelajaran.

Guru bidang studi mempunyai tugas sebagai berikut:

1.    Menciptakan iklim yang kondusif sehingga anak-anak merasa nyaman belajar di sekolah atau dikelas.

2.     Menyusun dan melaksanakan assesmen pada semua anak untuk mengetahui kemampuan dan kebutuhannya.

3.   Menyusun program Pengajaran Individu (PPI) bersama-sama dengan guru pendidikan khusus.

4.  Melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan mengadakan penilaian kegiatan belajar mengajar untuk mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.

5.    Memberikan program perbaikan (remedial teaching) pengayaan atau percepatan bagi siswa yang membutuhkan.

6.      Melaksanakan administrasi kelas sesuai dengan bidang tugasnya.

D.    Peranan Guru Pendidik Khusus dalam Pendidikan Inklusif

Guru sebagai seorang pendidik tidak hanya tahu tentang materi yang akan diajarkan. Akan tetapi, ia pun harus memiliki kepribadian yang kuat yang menjadikannya sebagai panutan bagi para siswanya. Hal ini penting karena sebagai seorang pendidik, guru tidak hanya mengajarkan siswanya untuk mengetahui beberapa hal. Guru juga harus melatih keterampilan, sikap dan mental anak didik. Penanaman keterampilan, sikap dan mental ini tidak bisa sekedar asal tahu saja, tetapi harus dikuasai dan dipraktikkan siswa dalam kehidupan sehari-harinya. Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif perlu didukung oleh tenaga pendidik keahlian khusus dalam proses pembelajaran dan pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus secara umum. Salah satu tenaga khusus yang diperlukan adalah Guru Pembimbing Khusus (GPK). GPK adalah guru yang mempunyai latar belakang pendidikan khusus/Pendidikan luar biasa atau yang pernah mendapat pelatihan tentang pendidikan khusus/luar biasa, yang ditugaskan di Sekolah Inklusif. Peranan Guru Pendidik Khusus dalam Pendidikan Inklusif antara lain sebagai berikut:

1.    Menyusun Instrumen Asesmen Akademik dan Non-Akademik bersama guru kelas dan guru mata pelajaran; Guru Pendidik Khusus bekerja sama dengan guru kelas dan guru mata pelajaran untuk menyusun instrumen asesmen yang digunakan untuk menilai kemampuan akademik dan non-akademik peserta didik, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Asesmen ini bertujuan untuk memperoleh data yang komprehensif tentang potensi dan hambatan yang dihadapi oleh peserta didik berkebutuhan khusus.

2.  Menyusun Program Pembelajaran Individual bagi Peserta Didik berkebutuhan khusus bersama guru kelas dan guru mata pelajaran; Guru Pendidik Khusus berkolaborasi dengan guru kelas dan guru mata pelajaran dalam merancang program pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individual setiap peserta didik. Program ini dibuat berdasarkan hasil asesmen dan dirancang untuk memberikan dukungan maksimal terhadap keberhasilan belajar peserta didik berkebutuhan khusus.

3.  Menyusun Program Layanan Kompensantoris bagi Peserta Didik berkebutuhan khusus; Program layanan kompensatoris adalah program yang dirancang untuk membantu peserta didik berkebutuhan khusus mengatasi hambatan belajar mereka. Guru Pendidik Khusus bersama dengan rekan-rekan guru lainnya akan mengembangkan program layanan ini untuk memberikan bantuan ekstra, seperti materi pembelajaran yang disederhanakan atau metode pengajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

4.    Melaksanakan Pendampingan atau Pembelajaran Akademik bagi Peserta Didik berkebutuhan khusus bersama-sama dengan guru kelas dan guru mata pelajaran; Guru Pendidik Khusus memberikan pendampingan langsung kepada peserta didik berkebutuhan khusus selama proses pembelajaran. Pendampingan ini dilakukan dengan bekerja sama dengan guru kelas dan guru mata pelajaran untuk memastikan bahwa peserta didik mendapatkan pemahaman yang optimal sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan mereka.

5.  Memberikan Bantuan Layanan Khusus bagi Peserta Didik berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas umum, berupa remedial ataupun pengayaan; Guru Pendidik Khusus memberikan bantuan layanan khusus kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran di kelas umum. Layanan ini bisa berupa remedial (perbaikan) untuk materi yang belum dikuasai, atau pengayaan bagi peserta didik yang sudah menguasai materi dan membutuhkan tantangan lebih.

6.     Melaksanakan Pembelajaran Khusus di ruang sumber bagi peserta didik yang membutuhkan; Bagi peserta didik yang memerlukan dukungan tambahan atau pendekatan yang lebih intensif, Guru Pendidik Khusus melaksanakan pembelajaran di ruang sumber, yaitu ruang khusus yang dirancang untuk mendukung peserta didik berkebutuhan khusus. Pembelajaran di ruang ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dalam suasana yang lebih kondusif dan sesuai dengan kebutuhannya.

7.      Melaksanakan layanan kompensantoris sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik; Guru Pendidik Khusus bertanggung jawab untuk memberikan layanan kompensatoris yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap peserta didik. Ini bisa mencakup berbagai bentuk dukungan, mulai dari penggunaan teknologi assistive, pengaturan waktu yang lebih fleksibel, hingga modifikasi materi ajar yang lebih mudah diakses oleh peserta didik dengan kebutuhan khusus.

 

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Pendidikan inklusif menuntut peran guru yang beragam dan saling melengkapi. Guru kelas berperan sebagai fasilitator utama, membimbing siswa reguler dan ABK, serta berkolaborasi dengan orang tua. Guru bidang studi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memberikan pembelajaran yang sesuai kebutuhan individu siswa. Guru pendidik khusus (GPK) memberikan dukungan  khusus kepada ABK, termasuk penyusunan program pembelajaran individual dan layanan kompensatoris. Keberhasilan pendidikan inklusif bergantung pada kolaborasi efektif antara semua jenis guru, orang tua, dan pihak sekolah lainnya, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung setiap siswa untuk mencapai potensi maksimalnya. Peran masing-masing guru saling berkaitan dan  sangat penting untuk keberhasilan pendidikan inklusif.

B.     Saran

Demikianlah yang  dapat  kami  sampaikan  mengenai  materi  yang  menjadi bahasan  dalam  makalah  ini.  Penulis  banyak  berharap  kepada  para  pembaca memberikan   kritik   dan   saran  yang   membangun  kepada  kami  demi  sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah  Ali.  (2022). Peran  Guru Dalam  Pengelolaan  Kelas.  Jurnal Eksperimental : Media Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 10(2), 20–27.

Darmawan,R.R.,dkk. (2024). Peran Guru Kelas Dalam Proses Pembelajaran Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Dasar. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(2)

Dewi,W.K.M.,Arnawa,I.P.B. (2023). Peranan Guru Kelas Dalam Pembelajaran Inklusif Pada Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(4).

Khayati,N.A.,dkk. (2020). Peranan Guru Dalam Pendidikan Inklusif Untuk Pencapaian Program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s). Jurnal Komunikasi Pendidikan, 4(1), 55-61

Lailiyah,N.,Jihan,F. (2020). Peranan Guru Kelas Dan Guru Pendamping Khusus Dalam Memberikan Bimbingan Belajar Pada Siswa Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusif. Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus, 2(3), 42-51

Aisyah, C. P., & Dewi, N. C. (2023). Peran Guru Kelas dan Guru Pendamping Khusus Dalam Proses Pembelajaran Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Kelas 6A Sekolah Dasar Negeri. Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 1(2), 40-47.

Ayu farizka. A. M. (2021). Peranan Guru melalui Pendidikan Inklusi dalam Menanamkan Sikap Sosial Siwa SDN 14 Mulyoharjo. Pemalang 01(November), 1-12.

Setianingsih, E. S. (2017). Implementasi Pendidikian Inklusi: Manajemen Tenaga Kependidikan (GPK). Malih Peddas, 7(2), 502-743.

Thufail, D. F., & Bakhtiar, A. M. (2023). Pentingnya Peran Guru Pendamping Khusus Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Di Kelas Inklusi Sekolah Dasar. Pendas Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 3931-3944.

Wardah, E. Y. (2019). Peranan guru pembimbing khusus lulusan non-pendidikan luar biasa (PLB) terhadap pelayanan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi kabupaten Lumajang. JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi), 2(2), 93-108.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Identitas Diri

Pengertian Lupa dan Proses Terjadinya Lupa

Macam-macam Magnet dan Sifat-sifat Magnet