Pemerolehan Bahasa
1. Pengertian Pemerolehan Bahasa
Pemerolehan adalah proses manusia mendapatkan kemampuan untuk menangkap, menghasilkan, dan menggunakan kata untuk pemahaman dan komunikasi. Kemampuan berbahasa diperoleh anak dalam bentuk vokal dan bahasa tubuh, bentuk vokal biasanya merujuk pada bahasa lisan dan bentuk bahasa tubuh merujuk kepada bahasa isyarat.
Dardjowidjodjo mendefinisikan pemerolehan bahasa sebagai proses penguasaan bahasa yang dilakukan oleh anak secara natural waktu dia belajar bahasa ibunya (Soenjono Dardjowidjojo, 2003: 225)
pemerolehan bahasa anak adalah proses anak mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara verbal. Dalam perkembangannya pemerolehan bahasa anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, setelah anak belajar proses bahasa yang berlangsung maka anak akan menguasai bahasa pertama atau bahasa ibu sedangkan pembelajaran bahasa berkenaan dengan pemerolehan bahasa kedua, dimana bahasa diajarkan secara formal kepada anak.
dari pendapat beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pemerolehan bahasa
diperoleh secara natural atau alami dari bahasa ibu, selanjutnya mendapat rangsangan dari lingkungan secara tidak sadar, implisit dan formal. Pemerolehan bahasa hasil akhir yang dicapai adalah bagaimana seseorang bisa berbahasa dengan bahasa tersebut tanpa terikat sistem bahasa yang rumit.
2. Teori Pemerolehan Bahasa
- Teori Behaviorisme
Tokoh penting dari teori ini adalah John B. Watson dimana ia mencetuskan teori belajar manusia yang dikenal dengan teori belajar behaviorisme, dimana teori ini memusatkan perhatian pada aspek yang dirasakan langsung pada perilaku berbahasa dan hubungannya dengan stimulus dan respon terhadap lingkungan. Teori ini meyakini bahwa tindak balasan atau respon segala sesuatu itu bisa terjadi jika hanya ada rangsangan atau stimulus (Abdul Chaer, 2003: 245).
- Teori Nativisme atau Mentalistik
Kaum nativistik berbeda dengan kaum behavioristik dalam memandang pemerolehan bahasa bahwa pemerolehan bahasa pada manusia itu unik tidak bisa disamakan dengan yang terjadi pada hewan. Mereka tidak memandang penting pengaruh lingkungan sekitar, bahwa selama pertumbuhannya manusia akan mengasah kampuan bahasanya secara genetis dan telah terprogram dengan baik, artinya kemampuan bahasa itu sudah given dan bersifat biologis. Menurut mereka bahasa terlalu kompleks dan mustahil dapat dipelajari olehmanusia dalam waktu yang relatif singkat lewat proses peniruan sebagaimana keyakinan kaum behavioristik.
- Teori Kognitivisme
Pencetus teori ini adalah Piaget dan Vigotsky, menurut teori ini, bahasa
bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah, melainkan salah satu di antara beberapa kemampuan yang berasal dari kematangan kognitif. Bahasa distrukturi oleh nalar.Perkembangan bahasa harus berlandaskan pada perubahan yang lebih mendasar dan lebih umum di dalam kognisi.Jadi, urutan-urutan
perkembangan kognitif menentukan urutan perkembangan bahasa (Abdul Chaer, 2003: 223, Lamsike Pateda, 2015: 49).
- Teori Interaksionisme
Menurut teori ini, pemerolehan bahasa adalah hasil interaksi antara kemampuan psikologis siswa dan lingkungan bahasa. Bahasa yang diperoleh siswa erat kaitannya dengan kemampuan internal siswa dan input dari lingkungannya. Teori ini juga meyakini bahwa setiap anak sudah memiliki LAD sejak lahir, hanya saja kemampuan anak dalam menguasai bahasa berbanding lurus dengan kualitas input dari lingkungan bahasa anak tersebut. Teori ini juga diperkuat dengan pendapat Howard Gardner yang mengatakan bahwa semenjak lahir anak sudah memiliki kecerdasan jamak (multiple intelligences) salah satunya adalah kecerdasan bahasa (Muhammad Yaumi, 2015, 190).
- Teori Fungsional
Teori fungsional melakukan revolusi penelitian dalam pembelajaran dan pemerolehan bahasa, di mana mereka melihat bahwa bahasa adalah hasil manifestasi kemampuan kognitif dan afektif yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri, manusia dan lingkungan sekitar untuk berhubungan dengan mereka ataupun dalam rangka menjelajah dunia (Harras dan Andika, 2009: 99). Teori ini juga untuk memperjelas teori nativisme yang masih general, bersifat abstrak, formal, eksplisit, dan logis. Teori Fungsional lebih menekankan bahasa pada fungsi komunikatifnya.
3. Proses Pemerolehan Bahasa
a. Pemerolehan Bahasa Pertama
Pemerolehan bahasa pertama adalah suatu proses bagaimana anak memperoleh
kemampuan bahasa ibunya secara alamiah sesuai dengan perkembangan kognitif, interaksi sosial, dan perkembangan linguistik anak itu sendiri
b. Pemerolehan bahasa Bilingual
Pemerolehan bahasa bilingual adalah proses belajar dan mengembangkan dua bahasa secara bersamaan atau berurutan. Ini bisa terjadi ketika anak terpapar dua bahasa sejak lahir atau ketika mereka mulai belajar bahasa kedua di usia muda.
- Contoh: Anak yang dibesarkan dalam keluarga dengan dua bahasa (misalnya, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) akan belajar kedua bahasa tersebut secara bersamaan.
c. Pemerolehan Bahasa Kedua
Pemerolehan bahasa kedua adalah proses belajar bahasa baru setelah seseorang telah menguasai bahasa pertama (bahasa ibu).
- Contoh: Seseorang yang belajar bahasa Inggris setelah menguasai bahasa Indonesia.
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemerolehan Bahasa
faktor internal
1. Umur Semakin muda seseorang belajar bahasa, semakin mudah mereka menguasainya. Ini karena otak anak-anak lebih fleksibel dan mudah menyerap informasi baru.
2. Jenis Kelamin
Anak perempuan lebih cepat dapat
bicara dibandingkan anak laki-laki. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa remaja putri banyak memiliki kemampuan superior dalam verbal performance, sedangkan pada anak laki-laki terdapat masalah keterlambatan bicara atau gangguan berbicara salah satunya adalah gagap
3. Perkembangan otak dan kecerdasan
Seorang ilmuwan Rusia, Vygotsky1978 (dalam Papalia, 2009) mengatakan bahwa bahasa adalah alat bantu belajar, jadi dapat diperkirakan apabila anak itu mengelami kekurangan dalam perkembangan bahasa maka hal tersebut akan mempengaruhi pemerolehan belajarnya.Biasanya anak yangmengalami perkembangan pesat dalam bahasanya maka tergolong
anak yang pintar. Sedangkan seorang anak yang banyak bicara (talkative) bukan salah
satu pengukuran bagi kemampuan bahasa anak karena terkadang anak yang pendiam dan tidak banyak bicara bukan berarti dia bodoh, akan tetapi terkadang ia mempunyai kecerdasan.
4. kepribadian
Sifat-sifat kepribadian seperti rasa percaya diri, keingintahuan, dan kemampuan beradaptasi dapat memengaruhi kemampuan belajar bahasa.
faktor eksternal
1. lingkungan
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh cukup besar bagi perkembangan bahasa anak. Karena dengan lingkungan maka anak dapat menjalani kesehariannya dengan baik tanpa adanya kesulitan dalam berinteraksi
2. Kondisi Ekonomi.
Anak-anak yang berasal dari kelas ekonomi menengah dikatakan memiliki perkembangan bahasa yang lebih cepat dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga kelas ekonomi rendah (Berk, 2009).
3. Setting Sosial/Lingkungan-Budaya
Indonesia dikenal dengan budaya yang berneka ragam. Adanya perbedaan budaya berpengaruh pada perkembangan bahasa anak, khususnya bahasa nasional atau bahasa Indonesia. Anak yang bertempat tinggal di suatu daerah maka akan aktif menggunakan bahasa daerah dimana anak itu tinggal sehingga dalam pengucapan bahasa Indonesia akan agak sulit karena jarangnya digunakan dalam kehidupan sehari-hari
5. Jenis-jenis Pemerolehan Bahasa
a. Pemerolehan Fonologi
Pemerolehan fonologi adalah proses belajar dan mengembangkan sistem bunyi bahasa. Anak mulai mengembangkan sistem fonologi saat mengucapkan kata pertama untuk berkomunikasi .
- Contoh: Bayi belajar untuk membedakan bunyi "a" dan "i" dalam kata "mama" dan "mimi," serta belajar untuk menghasilkan bunyi-bunyi tersebut dengan benar.
b. Pemerolehan Morfologi
- Pemerolehan morfologi adalah proses belajar dan mengembangkan sistem pembentukan kata.
c. Pemerolehan Sintaksis
Kata sintaksis berasal dari bahasa Yunani, yaitu sun yang berarti
“dengan”dan kata lattein yang berarti “menempatkan”. Jadi, secara etimologi berarti: menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. Proses perkembangan bahasa anak yang berkaitan dengan kalimat
daftar pustaka
Astuti, E. (2022). Dampak Pemerolehan Bahasa Anak Dalam Berbicara Terhadap Peran Lingkungan. Educatif Journal of Education Research, 4(1), 87-96.
Yusuf, E. B. (2016). Perkembangan dan pemerolehan bahasa anak. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak, 11(1).
Waridah, W. (2016). Pemerolehan Fonologi dalam Perkembangan Bahasa Anak. Jurnal Diversita, 2(1).
Makhtuna, W. (2023, December). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa kedua. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, Seni, dan Pendidikan Dasar (SENSASEDA) (Vol. 3, pp. 115-120).
Dardjowidjojo, S. (2003). Psikolinguistik: Pengantar pemahaman bahasa manusia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Rahardi, R. K. (2005). Pragmatik: kesantunan imperatif bahasa Indonesia. Erlangga.
Komentar
Posting Komentar